Minggu, 01 September 2013

Mencetak Generasi Melalui Bahan Belajar Cetak

Oleh:
Adi Milano Putra 1215115150
Wahab Kamal 1215115156
Wahyudi Seto Aji 1215115144

“A house without books is like a room without windows.” 
― Horace Mann
Quote dari Horace Mann di atas sangat luas maknanya jika kita renungi. Betapa pentingnya buku sebagai layaknya sebuah jembatan yang menghubungkan satu dimensi ke dimensi lain. Maksudnya adalah buku dapat kita ibaratkan seperti ‘pintu kemana sajan-nya’ Doraemon, yang mana ketika kita membuka pintu tersebut kita akan dapat masuk kedalam suatu wilayah lain yang kita hendaki. Bahkan tak jarang kita terkagum-kagum terhadap apa yang kita temukan di dalam wilayah tersebut yang tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Image
Nah, seperti itulah buku, ketika kita membaca sebuah buku, kita akan memasuki ‘dunia lain’ yang sangat berbeda dari dunia yang kita rasakan pada saat itu. Tentu saja kita akan menemukan hal yang baru yang belum pernah kita temukan sebelumnya. Sebuah kamar tanpa jendela? Apa jadinya? Kita akan merasa bosan dengan keadaan yang itu-itu saja di dalam kamar, tidak ada sesuatu yang baru yang dapat dilihat diluar sana. Namun lain ceritanya jika sebuah kamar ada sebuah jendela, ketika kita membuka sebuah jendela kita akan menemukan hal-hal yang baru sejauh mata kita memandang. Sesuatu yang baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Maka pantas saja jika buku dinobatkan sebagai jendelanya dunia.
Pun begitu dengan buku—bahan belajar cetak—yang digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran. Bahan belajar cetak merupakan alat utama yang digunakan oleh Guru dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Teknologi bukan menjadi satu-satunya alat untuk menunjang proses pembelajaran. Bahan belajar cetak merupakan bahan belajar efektif yang dapat dimanfaatkan dimana pun dan kapan pun. Bahan belajar cetak menjadi bahan belajar utama yang dimanfaatkan oleh daerah-daerah tertentu yang kesulitan dalam fasilitas teknologi yang lebih modern. Bahan belajar cetak juga masih dibutuhkan di kota-kota besar karena tidak semua orang mampu memanfaatkan teknologi yang jauh lebih modern.
Bahan belajar cetak dapat sebagai modul dalam panduan belajar peserta didik. Bahan belajar cetak sumbernya dapat dipertanggung jawabkan dan mudah direvisi serta dikembangkan. Bahan belajar cetak lebih ekonomis dan terjangkau serta lebih tahan lama. Bahan belajar cetak dapat mencangkup keseluruhan isi materi yang dibutuhkan.
Harapan kami:
  • Dapat membuat bahan belajar cetak yang efektif. Efektif maksudnya adalah pemanfaatan bahan belajar cetak menjadi bahan belajar yang dapat mencangkup keseluruhan sistem pembelajaran yang dibutuhkan seperti isi materi, panduan belajar dan lain sebagainya.
  • Dapat membuat bahan belajar cetak yang menarik. Pada umumnya peserta didik lebih menyukai sesuatu yang mereka anggap menarik, sehingga jika bahan belajar cetak dikemas secara menarik dalam penyajiannya maka bahan belajar cetak akan semakin banyak diminati oleh peserta didik dan dapat menumbuhkan minat baca dikalangan peserta didik.
  • Dapat membuat bahan belajar cetak yang mudah dipahami sehingga pesan atau informasi tersampaikan. Desain pesan di dalam bahan belajar cetak akan sangat berpengaruh terhadap sampai  tidaknya pesan atau informasi yang akan disampaikan melalui mater-materi di dalam bahan belajar cetak. Semakin bagus dan efektif desain pesan yang dibuat maka semakin besar presentase bahan belajar cetak mudah dipahami oleh peserta didik. Tentunya desain pesan yang dibuat harus sesuai dengan karakteistik dan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan peserta didik.
Tujuan umum:
Dapat membuat dan mengembangkan bahan belajar cetak yang lebih menarik dan mudah dipahami sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Tujuan khusus:
  • Memahami tujuan dari membuat bahan belajar cetak
  • Mampu memahami kebutuhan dari peserta didik
  • Mampu memahami dasar dalam mendesain bahan belajar cetak agar lebih menarik
  • Mencari dan memahami sumber-sumber yang menunjang bahan belajar cetak
  • Merevisi bahan belajar cetak yang sudah ada
Image
Orang yang memiliki tujuan hidup akan mudah dalam menggapainya, begitu kata orang bijak. Tidak hanya di dalam kehidupan nyata, tujuan juga harus ditentukan dalam hal apapun, termasuk tujuan dalam membuat bahan belajar cetak bagi peserta didik. Sebelum membuat bahan belajar cetak bagi peserta didik kita harus menentukan tujuan dari membuat bahan belajar cetak. Karena jika tujuan dalam membuat bahan belajar cetak sudah ditentukan maka akan mudah dalam membuat langkah-langkah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Namun, dalam menentukan tujuan dari dibuatnya bahan belajar cetak yang akan dibuat, kita harus memahami karakteristik dan kebutuhan dari peserta didik yang menjadi sasaran. Hal tersebut dimaksudkan agar tujuan yang dicapai sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Memahami karakteristik dan kebutuhan peserta didik tidak hanya berfungsi dalam menentukan tujuan saja namun juga berfungsi dalam halnya lainnya seperti menentukan strategi pembelajaran yang cocok dalam proses pembelajaran, strategi yang cocok dalam memanfaatkan bahan belajar cetak sebagai salah satu bahan belajar utama.
Salah satu poin penting dalam membuat bahan belajar cetak agar diminati oleh peserta didik adalah desain atau isinya yang menarik. Tujuan sederhana dari dibuatnya desain menarik pada bahan belajar cetak adalah agar setidaknya peserta didik mau menyentuh atau tertatrik terhadap bahan belajar cetak. Jika peserta didik sudah tertarik terhadap bahan belajar cetak yang dia lihat maka akan dengan sendirinya peserta didik mau terus membacanya, walaupun butuh proses untuk meyakinkan peserta didik benar-benar menyukai bahan belajar cetak yang peserta didik butuhkan. Namun ada secercah harapan ketika peserta didik mau menyentuh dan melihat-lihat bahan belajar cetak yang ia temukan dengan desain yang menarik.
Selain bahan belajar cetak, perlu juga kita mencari sumber-sumber yang memang menunjang bahan belajar cetak. Karena walau bagaimana pun sumber-sumber tambahan juga dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran dan menambah wawasan baru bagi peserta didik. Sumber-sumber yang disajikan tidak hanya asal ada saja, tetapi perlu diperhatikan sumber-sumber tersebut dapat dipercaya kebenarannya dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu sumber yang dapat menunjang bahan belajar cetak adalah teknologi komputer yang terintegrasi dengan koneksi internet. Pada saat ini, sumber yang berasal dari ineternet ini dapat dengan mudah di temukan khususnya di kota-kota besar. Internet merupakan penunjang proses belajar yang terbilang cukup lengkap karena segala sumber informasi dapat di temukan di internet, namun memang terkadang sumbernya tidak dapat dipertanggung jawabkan secara pasti. Berbeda jika kita menggambil dari situs resmi yang direkomendasikan dan dapat dipertanggung jawabkan sumbernya.
Bagi daerah-daerah yang belum terjangkau oleh teknologi internet, buku atau bahan belajar cetak bisa dikatakan sebagai satu-satunya bahan belajar utama yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Untuk itu pendistribusian buku dan bahan belajar cetak perlu diutamakan ke daerah-daerah yang tertinggal. Sehingg kelengkapan isi materi atau informasi yang dibutuhkan peserta didik dapat terpenuhi dengan baik.
Perkembangan zaman yang bergulir secara cepat membuat ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi tentunya berubah secara otomatis. Ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi berubah seiring perkembangan zaman dan laju teknologi yang semakin canggih. Untuk itu perlu adanya revisi pada bahan belajar cetak untuk memperbaharui ilmu pengetahuan dan informasi yang mengalami perubahan atau perkembangan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mengikuti laju perkembangan zaman dengan ilmu pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat pada zaman tersebut. Sehingga apa yang ia pelajari dapat bermanfaat dan ada relasinya dengan kehidupan pada saat itu.
Untuk itu, sangat penting bagi kita mempelajari bagaimana mengembangkan bahan belajar cetak yang bermutu sebagai bahan belajar utama dalam proses pembelajaran. Menjadikan bahan belajar cetak sebagai sumber utama dalam proses pembelajaran juga dapat mendorong minat baca peserta didik meningkat dan tentunya dapat membuka wawasan peserta didik terhadap peradaban dunia.
Dosen Pengampu : B. P. Sitepu
* Gambar diambil disini
** Gambar diambil disini

Senin, 15 April 2013

DIP


PEMBELAJARAN MELALUI “COMMENT” di FACEBOOK

A. PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dalam kegiatan pembelajaran pasti menggunakan media. Dimana media membantu dan menunjang proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Media belajar juga bisa menjadi media belajar jarak jauh. Dalam mata kuliah ini, kami memanfaatkan media jejaring social untuk media belajar jarak jauh.
            Media jarak jauh disini bisa berbentuk forum diskusi. Dan forum ini berada pada jejaring social yang sangat familiar yaitu facebook. Sehingga dalam prakteknya para mahasiswa bisa melihat materi, melakukan diskusi dan menjawab latihan melalui jejaring social tersebut.
            Hal yang cukup inovatif dalam pembelajaran yang bisa membantu meningkatkan kreatifitas mahasiswa dan membantu mahasiswa yang cenderung pasif untuk berkomentar. Dengan digunakannya media facebook ini maka penulis melakukan srvey terhadap forum diskusi facebook ini.
Rumusan Masalah
1.      Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.
2.      Hitung dan tabulasi, jawaban mahasiswa.
3.      Klasifikasi jawaban.
Tujuan
1.      Menjelaskan teori inovasi Rogers & Reigeluth dalam forum diskusi DIP di facebook.
2.      Menjelaskan hasil survey tabulasi jawaban mahasiswa.
3.      Mengklasifikasikan jawaban mahasiswa berdasarkan alasan.

B. HASIL SURVEY
TABULASI KEAKTIFAN MAHASISWA DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN
 
 
 
Presentase Keaktifan Mahasiswa
Pada gambar diatas terdapat 2 diagram. Dimana diagram tersebut menggambarkan jumlah atau banyaknya partisipasi mahasiswa dalam mata kuliah “Difusi dan Inovasi dalam Pendidikan”. Kedua diagram memiliki kegunaan dan fungsi yang sama. Dimana diagram diatas keduanya menampilkan jumlah partisipasi mahasiswa meskipun kedua diagram tersebut berbeda, diagram batang dan diagram lingkaran.
Kedua diagram diatas menampilkan jumlah partisipasi mahasiswa. Dimana mahasiswa yang aktif ada 39 mahasiswa sedangkan yang kurang aktif ada 1 mahasiswa dengan jumlah mahasiswa keseluruhan sebanyak 40 mahasiswa. Data ini saya dapat berdasarkan jumlah keseluruhan mahasisiwa yang saya ketahui mengikuti mata kuliah “Difusi dan Inovasi dalam Pendidikan”.
DATA JAWABAN MAHASISWA
JAWABAN
FREKUENSI
YES
20
NO
2
YES & NO
17
BELUM BERPARTISIPASI
1
JUMLAH
40






Data Jawaban Mahasiswa
            Data jawaban di peroleh melalui pengamatan atas data-data keaktifan mahasiswa. Data dirumuskan dalam bentuk table, yang didalamnya terdapat kategori “yes, no, yes & no, dan belum berpartisipasi”. Setelah dirumuskan dalam table, kemudian dibentuklah diagram. Diagram disini terdapat 2 bentuk yaitu diagram batang dan diagram lingkaran.
Fungsi diagram disini untuk memvisualisasikan suatu data table agar lebih mudah untuk dibaca. Dan untuk menyampaikan hasil frekuensi jawaban dalam bentuk gambar.
Data tersebut dibuat berdasarkan jawaban mahasiswa. Jawaban tersebut mengacu pada pertanyaan yang membahas difusi inovasi dalam pembelajaran yang menggunakan media facebook yang mengacu pada teori Rogers & Reigeluth. Sehingga diperoleh data jawaban diantaranya terdapat 20 mahasiswa menjawab “yes”, 2 menjawab “no”, 17 menjawab “yes & no”, dan 1 mahasiswa belum menjawab.
KATEGORI ALASAN
JAWABAN
ALASAN
JUMLAH
YES A
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Adanya nilai tambah
9
YES B
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Suatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
9
YES C
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Adanya nilai tambah
·         Sesuatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
2
YES  & NO A
·         Suatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
·         Bukan sebagai sesuatu yang baru
7
YES & NO B
·         Sesuatu yang baru
·         Tidak berkelanjutan
10
NO
·         Bukan hal yang baru
2

 
 
Kategori Alasan
          Dalam pembahasan pertanyaan membahas masalah inovasi pembelajaran dalam menggunakan media jejaring social. Jawaban mahasiswa mengacu pada teori inovasi menurut Rogers & Reigeluth. Dimana pada teori Rogers mengacu pada pengalaman sesorang dalam menggunakan suatu inovasi sedangkan pada teori Reigeluth mengacu pada proses perubahan dalam penggunaan jejaring sosial yang bertujuan dan berkelanjutan dalam pelaksanaannya.
Pada hasil survey terhitung 20 mahasiswa menjawab “yes & yes” dikarenakan merupakan sesuatu yang baru, 17 mahasiswa menjawab “yes & no” dan 2 mahasiswa menjawab “no”.
 
Sehingga bisa disimpulkan bahwa masih banyak mahasiswa yang menganggap bahwa pembelajaran melalui jejaring social merupakan sesuatu yang baru. Namun di sisi lain masih banyak juga mahasiswa yang menganggap bukan sesuatu yang baru.


C. PEMBAHASAN
Pengertian Inovasi menurut Everett M. Rogers
Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
Pengertian Inovasi menurut Reigeluth
Mengatakan bahwa inovasi merupakan suatu proses perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
          Dari kedua definisi tersebut bisa dilihat bahwa pada teori Rogers mengacu pada pengalaman sesorang dalam menggunakan suatu inovasi sedangkan pada teori Reigeluth mengacu pada proses perubahan dalam penggunaan jejaring sosial yang bertujuan dan berkelanjutan dalam pelaksanaannya.
            Mengacu dari dua definisi diatas maka di buatlah suatu pertanyaan yang berbunyi "Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.
            Dari pertanyaan diatas kemudian timbul berbagai macam spekulasi jawaban mahasiswa. Jawaban tersebut terlihat sangat intelektual sekali. Jawaban ada yang terlihat panjang sekali bahkan ada yang singkat. Ada yang menjawab sangat cepat dan ada juga yang terlambat bahkan ada juga yang belum menjawab. Jawaban mahasiswa saling berbeda satu sama lain namun ada saja yang mirip-mirip sedikit. Dari hal ini terlihatlah kreatifitas mahasiswa dan juga terlihat siapa yang maniak social media atau tidak.
            Diatas sudah dibahas mengenai jawaban mahasiswa dalam hal visual saja. Karena hanya yang terlihat mata, seperti panjang pendeknya, mencontek atau tidaknya. Naahhhh, sekarang mari kita bahas mengenai bobot jawaban mahasiswa. Disini mahasiswa hanya di tuntut untuk menjawab “yes, yes…yes, no..yess noo, no yess”.
            Kelihatannya sangat mudah, simple dan aah sambil merem juga bisa. Tapi jawaban tersebut harus disertai dengan alasan yang mengacu pada teori Rogers & Reigeluth. Dan inilah jawaban para mahasiswa termasuk jawaban saya:


JAWABAN
ALASAN
JUMLAH
YES A
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Adanya nilai tambah
9
YES B
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Suatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
9
YES C
·         Sebagai sesuatu yang baru
·         Adanya nilai tambah
·         Sesuatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
2
YES  & NO A
·         Suatu perubahan yang menyeluruh dan berkelanjutan
·         Bukan sebagai sesuatu yang baru
7
YES & NO B
·         Sesuatu yang baru
·         Tidak berkelanjutan
10
NO
·         Bukan hal yang baru
2
 
Dari data diatas terhitung bahwa 20 mahasiswa menjawab dengan jawabna “yes” dengan alasan sebagai sesuatu yang baru, adanya nilai tambah, suatu perubahan mennyeluruh dan berkelanjutan. 17 mahasiswa menjawab “yes & no” dengan alasan sesuatu yang baru, tidak berkelanjutan. Dan ada 2 mahasiswa yang menyatakan “no” dengan alas an bukan hal yang baru bagi mereka.
            Dari jawaban-jawaban yang dihasilkan oleh para mahasiswa. Jelaslah terlihat bahwa mereka sudah memiliki pemahaman terhadap definisi inovasi menurut Rogers dan Reigeluth, yang telah dihungkan melalui pengalaman mereka. Namun masih ada saja yang belum menjawab, siapakah diaaaa??. 
Dan tugas pun tidak terhenti sampai distu saja. Kelanjutannya adalah membuat tabulasi dengan data yang mengacu pada jawaban mahasiswa tersebut. Kemudian timbul pertanyaan, apa itu “tabulasi data” ?? Tabulasi adalah proses menempatkan data dalam bentuk tabel dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis.
Adapun fungsi tabulasi data adalah sebagai berikut:
·         Membantu didalam menyederhanakan masalah dalam berkomunikasi antara sesame kelompok perencana.
·         Memudahkan dalam menganalisis antara kelompok perencana.
·         Sebagai perbandingan perkembangan pendidikan dari masa lalu, sekarang dan prediksi masa yang akan datang.
·         Membantu mempermudah sistematika riset dan evaluasi di dalam pendidikan.


D. KESIMPULAN
            Teori Rogers mengacu pada pengalaman sesorang dalam menggunakan suatu inovasi sedangkan pada teori Reigeluth mengacu pada proses perubahan dalam penggunaan jejaring sosial yang bertujuan dan berkelanjutan dalam pelaksanaannya.
            Terhitung bahwa 20 mahasiswa menjawab dengan jawabna “yes” dengan alasan sebagai sesuatu yang baru, adanya nilai tambah, suatu perubahan mennyeluruh dan berkelanjutan. 17 mahasiswa menjawab “yes & no” dengan alasan sesuatu yang baru, tidak berkelanjutan. Dan ada 2 mahasiswa yang menyatakan “no” dengan alas an bukan hal yang baru bagi mereka.
            Keaktifan mahasiswa meningkat setelah digunakannya media jejaring social dalam pembelajaran. Hal ini sangat postif untuk mengembangkan eksistensi mahasiswa dan juga bisa membantu mahasiswa yang cenderung pasif untuk bergerak, berkarya, dan mengutarakan pendapatnya melalui jejaring social media.

SARAN
Selalu utamakan originalitas dalam berkarya, termasuk dalam mengerjakan tugas. Mencari referensi boleh saja namun harus disertakan narasumber. Mencontek bisa mematikan kreatifitas.

DAFTAR PUSTAKA
·         http://frenndw.wordpress.com/tag/tabulasi/ (diakses pada Friday, April 12, 2013. 8:03PM )
·         http://uusahmadhusaini.blogspot.com/2011/11/data-yang-diperlukan-untuk-penyusunan.html (diakses pada Friday, April 12, 2013.8:11PM)
·         http://infodantutorial.blogspot.com/2012/04/pengertiandefinisiarti-inovasi-menurut.html (diakses pada sunday, April 14, 2013.9:26 AM)